Senin, 20 April 2015

Membuat Media Pembelajaran Fisika Senapan Listrik (Medan magnet induksi dan GGL Induksi)



A.  Nama Alat
Senapan Listrik

B.  Konsep Fisika
1.      Medan Magnet Induksi
Medan magnet yang  timbul akibat adanya arus listrik disebut dengan medan magnet induksi.Medan magnet  (B) merupakan besaran vector. Arah medan magnetiknya dapat ditentukan dengan menggunakan kaidah tangan kanan.
Kaidah tangan kanan menyatakan bahwa, jika kita menggenggam penghantar sehingga ibu jari menunjukkan arah arus maka arah genggaman jari yang lain menunjukkan arah medan magnetic induksi disekitar penghantar.
Pada solenoida jika diberi arus maka akan timbul medan magnetik. Solenoid ini menghasilkan medan magnet seragam di dalamnya. Adapun ujung – ujung solenoid memiliki sifat kemagnetan dan berfungsi sebagai kutub – kutub magnetik. Penentuan kutub magnetic dari solenoid dapt ditentukan menggunakan kaidah tangan kanan.
Jika panjang kumparan adalah L dan jumlah lilitan adalah N maka besarnya medan magnetic pada pusat kumparan dirumuskan sebagai:
 Bpusat = m0.I.N/l
 sedangkan medan magnetik di ujung –ujung solenoid adalah
Bpusat = 1/2 m0.I.N/l

   2.      GGL Induksi
Faraday menyimpulkan bahwa apabila sepotong kawat penghantar listrik berada dalam medan magnet yang berubah-ubah, maka di dalam kawat tersebut akan terbentuk GGL induksi. Arus induksi yang timbul di dalam kumparan diakibatkan oleh perubahan fluks magnet (garis gaya magnet) yang dilingkupi dalam kumparan. GGL induksi dan arus induksi timbul pada loop (rangkaian tertutup) bila fluks garis gaya magnetik yang melewati loop tersebut berubah terhadap waktu .
Bila keping logam digerakkan secara periodik melewati medan magnet yang homogen pada logam  terlihat adanya arus berbentuk lingkaran. Arus yang berbentuk lingkaran ini disebut arus Eddy. Menurut hukum Lenz, timbulnya perubahan fluks magnetik akan menyebabkan timbulnya GGL induksi yang arahnya selalu berlawanan (menentang) penyebab timbulnya arus induksi (berlawanan arah dengan arah perubahan fluks), Arus induksi yang timbul arahnya sedemikian sehingga menimbulkan medan magnet induksi yang melawan arah perubahan medan magnet (arah arus Eddy berlawanan dengan yang menyebabkannya). 

C.  Alat dan Bahan
1.    Bahan

§  Kawat Email  0,5 ml
§  Pipa Paralon diameter 3 cm, panjang 10 cm
§  Lem
§  Baterai Transistor Radio 9 V
§  Kabel penghubung
§  Soket baterai
§  Isolasi
§  Push Button
§  Papan kayu 26 x 14,5 x 1,3 cm
§  Papan kayu  19,5 x 13 x 0,5 cm
§  Paku 6,5 cm dan 8 cm
§  Cat warna hitam dan hijau
§  Akrilik  10x3 cm
§  Akrilik 13,5x4 cm
§  Mur
(1 Ons)
1 buah
Secukupnya
2 buah
Secukupnya
1 buah
Secukupnya
1 buah
1 buah
1 buah
1buah
Secukupnya
2 buah
1 buah
4 buah

2.    Alat

§  Ampelas
§  Bor listrik
§  Cutter
§  Gergaji
§  Gunting
§  Kuas
§  Obeng
§  Pemanas Akrilik
§  Pemutar email
§  Solder + Timah


D.  Prosedur Pengerjaan
1.      Melilitkan kawat email menggunakan pemutar email pada pipa paralon 
2.      Tiap seratus lilitan kawat email diberi lem dan diisolasi agar tidak berubah posisinya.
3.      Memotong akrilik dengan cutter untuk dua penyangga lilitan kawat email dengan ukuran 3x10 cm kemudian melubangi salah satu ujung akrilik dengan bor.
4.      Memotong papan kayu menggunakan gergaji dengan ukuran 26x14,5x ,3 cm dan 19,5x13x0,5 cm dan menghaluskannya menggunakan ampelas.
5.      Memberi cat warna hitam pada pada papan kayu ukuran 26 x 14,5 x 1,3 cm dan warna hijau pada pada papan kayu ukuran 19,5 x 13 x 0,5 cm
6.      Menempelkan papan kayu warna hitam dengan papan kayu warna hijau
7.      Memasang  lilitan kawat email pada penyangga akrilik yang sudah ditekuk dengan pemanas kemudian di tempelkan dengan kayu menggunakan mur
8.  Menempelkan tempat baterai dengan mur dan memasang baterai 9 V dua buah pada papan kayu
 9. Menghubungkan tempat baterai dengan push button yang sudah ditempel menggunakan lem pada kayu
10. Menghubungkan  kawat email (memakai solder) mengunakan kabel penghubung dengan salah satu ujung baterai dan push button
11. Meletakkan paku didalam pipa paralon dengan ujung paku lainnya masih terlihat.
12.  Menekan push button secara periodik sampai terlihat paku bergerak
 
E.  Hasil Produk
Produk yang dihasilkan telah sesuai dengan apa yang diharapkan dan dapat diterapkan kegunaannya untuk melakukan demonstrasi dalam apersepsi pembelajaran. Namun terdapat sedikit kelemahan yakni ketika tombol Push Button ditekan terlalu sering maka tegangan pada baterai berangsur – angsur berkurang. Sehingga menyebabkan arus yang dihasilkan semakin lama semakin kecil. Arus yang kecil tidak dapat memaksimalkan terjadinya medan magnet yang besar. Sehingga paku hanya bergerak sedikit saja.


Spesifikasi Media
1.      Baterai
       §  Baterai Transistor Radio 9 V  (2 buah)
       §  Bentuk baterai balok 1,5x2,5x4,5 cm
       §  Tempat baterai terbuat dari akrilik dengan ukuran alasnya 9,5 cm dan tinggi 2 cm lebar 4 cm.
§  Tempat baterai dilekatkan dengan mur pada papan kayu 19,5 x 13 x 0,5.

2.      Kawat Email
      §  Kawat email diameter 0,5 ml dengan jumlah lilitan sebanyak 685 lilitan.
      §  Kawat email ini dililitkan pada paralon diameter 3 cm dan panjang 10 cm dengan panjang lilitan 6,5 cm.
§  Tiang penyangga selenoida terbuat dari akrilik dengan tinggi 8 cm lebar 3 cm. Alas tiang penyangga ukuran 1,5 x3cm

3.      Push Button
      §  Push button dengan jumlah kaki 4 buah kemudian dipasang pada chasing push button.
      §  Kabel yang dihubungkan hanya pada 2 kaki push button.

F.  Uji Coba Media
Senapan Listrik
Alat dan Bahan : Set alat senapan listrik
Langkah Kerja : Masukkan separuh bagian paku ke dalam lubang pipa paralon yang dijadikan inti lilitan. Setelah itu, tekan push button dengan cepat. Amati apa yang terjadi.


Pertanyaan :
Kenapa paku bergerak ketika Push Button ditekan dengan cepat?

 Jawab :
Pada selonoida yang dialiri arus listrik, timbul medan magnet yang arahnya sesuai dengan kaidah tangan kanan (hukum faraday). Ketika paku dimasukkan ke dalam selonoida yang dialiri listrik, paku terinduksi, sehingga arah medan magnetnya juga sama dengan selenoida.
Arus yang mengalir hanya sebentar, sehingga menyebabkan perubahan fluks magnetic. Perubahan fluks magnetik dapat menimbulkan arus induksi (arus edy), dimana arah arus induksi ini berlawanan arah dengan arah arus penyebabnya (hukum Lenz).
Karena arus edy berlawanan arah, maka menimbulkan kutub magnet yang berlawan pula dengan penyebabnya. Perbedaan kutub magnet ini menyebabkan paku dan solenoida tolak menolak. Hal inilah yang menyebabkan paku bergerak.



Jumat, 17 April 2015

Penjumlahan vektor


Ni contoh fakta, konsep, prinsip dan prosedure pada pembahasan penjumlahan vektor bag 1

Fakta
·      Orang yang mengikuti lomba tarik tambang memberikan gaya dengan arah yang berlawanan
·      Orang yang berjalan mengelilingi lapangan menempuh jarak dan perpindahan yang berbeda.
Konsep
·      Pengertian besaran vektor dan besaran scalar
·      Penulisan notasi vektor
·      Penjumlahan dua vektor yang segaris
·      Penguraian vektor komponen
·      Vektor satuan
Prinsip
·      Resultan vektor- vektor searah dapat dijumlahkan dan resultan vektor – vektor berlawanan arah dapat dikurangkan, dengan arah vektor R sama dengan arah vektor yang terbesar.
·      Vektor dapat diuraikan ke suatu koordinat cartesius
Prosedur
·      Langkah langkah menguraikan vektor

 Pengertian Vektor dan Skalar
        Besaran yang mempunyai besar saja disebut skalar, contoh dari besaran skalar adalah massa, jarak, waktu. Besaran yang mempunyai besar dan arah disebut vektor contohnya perpindahan, kecepatan, percepatan. Sebuah vektor digambarkan dengan sebuah anak panah. Panjang anak panah menyatakan besar vektor, dan arah anak panah menyatakan arah vektor.

 Notasi Vektor
Vektor dapat dituliskan dengan dua cara, yaitu:
a.       Vektor disimbolkan dengan dua huruf besar atau satu huruf yang di atasnya diberi tanda anak panah.
Contoh: vektor perpindahan dari A ke B dapat ditulis sebagai, , , atau
b.      Vektor disimbolkan dengan dua huruf besar atau satu huruf yang ditebalkan.
Contoh: vektor perpindahan dari A ke B dapat ditulis AB, a, atau A

Vektor Searah dan BerlawananVektor searah adalah dua vektor atau lebih yang mempunyai arah dan besar sama. Sementara itu, dua atau lebih vektor dikatakan berlawanan (anti sejajar) apabila vektor – vektor tersebut mempunyai besar yang sama tetapi arahnya berlawanan.

  Resultan vektor  Segaris
Resultan vektor – vektor searah dapat dijumlahkan dan resultan vektor – vektor berlawanan arah dapat dikurangkan.
  R = A+B  , R=A-B
Dengan arah vektor R sama dengan arah vektor yang terbesar.

   Penguraian vektor komponen
Penguraian vektor adalah suatu cara menyatakan sebuah vektor dengan dua vektor lain.Pada prinsipnya, menguraikan vektor sama dengan mencari bayangan vektor pada dua benda atau lebih yang saling tegak lurus satu sama lain. Penguraian vektor dapat digambarkan pada bidang kartesius.

 

Minggu, 07 Desember 2014

Air Terjun “OK”


Hm…sekarang hari Minggu ya…
Saya jadi teringat masa- masa selama menjadi guru SM-3T di Bulangkop distrik Okaom kabupaten Pegunungan Bintang Papua, waktu itu tanggal 24 November 2013, saya jalan – jalan ke air terjun yang berada di distrik Okaom .

~******~

Ke sungai Digul sudah, hari ini saya ingin ke Air Terjun dekat Kampung Limarum. Air terjun ini kelihatan dari jalan menuju Limarum. Ketika saya tanya anak-anak SD yang rumahnya di Limarum beberapa hari yang lalu tentang air terjun ini mereka bilang letaknya sangat jauh, “Ibu desy tidak mungkin bisa kesana”, celoteh salah satu siswa waktu itu. Hohoho tapi saya tetap ingin kesana. Jiwa petualangan ini terus – terusan mendorong saya untuk ingin pergi kesana. Saya mengajak teman – teman lainnya, tapi diantara mereka tidak ada yang mau. Mungkin masih kapok dengan perjalanan ke Sungai Digul kemarin.
   Saya pun sendirian berangkat ke kampung Limarum, tapi syukur Alhamdulillah, ditengah jalan saya ketemu Mabel, siswa SD kelas VI yang sering kerumah. Saya pun mengajaknya untuk menemani saya ke Air Terjun. Mudah sekali mengajak anak ini untuk ikut saya. Saya pun berdua dengan Mabel ke kampung Limarum. Tiba di kampung Limarum, saya bertemu warga dan anak – anak SD lainnya. Saya mengutarakan keinginan saya ke mereka. Hahaha mereka mau ikut, bahkan ada mama yang bilang ke anaknya,”cepat antar Ibu Guru ke air terjun, temani dia”.  Hehe awalnya saya bingung ini Mama bilang apa ke anaknya, karena Si Mama menggunakan bahasa daerah, yaitu bahasa Ngalum. Tapi Mabel cekatan dan memberi tahu saya arti dari perkataan Mama tadi. Saya jadi tersipu dan senang mendengarnya.
Ada sepuluh anak lebih yang mengantar saya ke air Terjun. Saya hanya tahu nama beberapa anak saja. Belum hafal semua. Jalan yang ditempuh mendaki dan terjal. Kami menyusuri jalan sungai yang penuh bebatuan. Sesekali kami juga lewat jalan ditepi sungai karena kondisi sungai yang curam. Kami juga menyeberangi sungai menggunakan jembatan pohon yang sengaja di tebang oleh masyarakat.

Perjalanan ke air tejun ini memakan waktu kurang lebih satu setengah jam. Sampai di sana saya sangat kagum pada ciptaan – Nya. Bagaimana tidak, di tempat yang jauh dan terpencil ini ternyata banyak menyuguhkan pemandangan alam yang luar biasa. Saya pun langsung  berfoto – foto dengan anak – anak. Setelah itu mereka langsung mandi – mandi disana. Canda tawa yang terlempar dari raut wajah mereka menggugah saya untuk ikut mandi, kebetulan dirumah air tinggal sedikit, hanya bisa buat masak saja. Beberapa hari ini tidak hujan. Kami bergantung pada air hujan, jadi kami kekurangan air.

Segar rasanya tubuh ini mandi di air sungai yang jernih dan dingin. Kami juga makan – makan snack yang saya bawa dari rumah. Cara makan anak - anak ini sangat unik bagi saya. Semua yang mereka lakukan terlihat unik dan bisa membuat saya tersenyum. Lama – lama dingin juga disini, saya dan anak – anak akhirnya pulang ke rumah. Ada beberapa siswa yang mengantarkan saya sampai rumah. Padahal pulang sendiri pun saya bisa. Inilah bedanya siswa disini dan di Jawa. Siswa disini senang sekali jika mengantar Gurunya ke rumah, apalagi kalau disuruh bawa sayur, boneng (ubi) dan kayu. Mereka semangat sekali membawakan itu semua ke rumah kami. Kondisi dan Situasi yang seperti ini yang akan saya rindukan ketika kembali ke Jawa. hiks hiks :(



#SM3T #PegununganBintang #Papua







Rabu, 05 November 2014

SM3T Papua -> Sosialisasi dengan Warga Limarum dan ke Sungai Digul


Masih dengan kisah perjalanan q selama menjadi guru SM3T di kabupaten pegunungan Bintang, Papua. Kali ini saya berbagi cerita ketika pergi ke kampung tetangga dan ke Sungai Digul :)

Minggu, 6 Oktober 2013
Tak terasa sudah satu minggu lebih saya dan teman – teman tinggal di Bulangkop. Kami pun mulai beradaptasi disini. Hari ini kami melakukan sosialisasi dengan kampung tetangga, yaitu kampung Limarum. Pagi hari kami berempat sudah siap,, kebetulan Bapak Remon bendahara dinas pendidikan berkunjung ke kami dari kemarin. Beliau pun juga ikut  ke kampung Limarum sekalian sebagai penunjuk jalan bagi kami.
Perjalanan ke Limarum kurang lebih ditempuh dalam waktu30 menit. Sampai disana kami disambut oleh masyarakat dan siswa yang ada di kampung Limarum. Kami sangat senang bisa diterima oleh masyarakat disini. Salah satu Bapak bahkan ada yang bilang,”Saya berterimakasih ada Bapak Ibu Guru yang datang mengajar di kampung kami, anak – anak sekarang bisa belajar”. Saya merasa miris mendengar kata – kata itu, pendidikan disini memang kalah jauh dengan di jawa, dalam hati saya ingin mengajar mereka dengan sungguh – sungguh. Saya hanya punya waktu satu tahun mengajar siswa disini.
Berhubung sekarang hari Minggu, kami tidak bisa lama – lama di kampung ini, karena semua masyarakatnya beragama Kristen Katolik. Mereka akan pergi beribadah ke Gereja. Gereja yang mereka kunjungi terletak di kampung Bulangkop, tepatnya di samping SMPN Ok'aom.

 Kami pun langsung memutuskan jalan – jalan ke sungai Digul. Karena dari kampung Limarum ini Digul sudah kelihatan dengan jelas. ya...Sungai Digul merupakan salah satu sungai yang terkenal di Papua. Ditengah jalan saya dan teman – teman bertemu 2 siswa SMP yang malas ke gereja. Alele...meskipun dirayu ke Gereja tetap saja tidak mau ni anak. akhirnya mereka pun mengikuti kami ke Sungai Digul. Jalan yang ditempuh lebih banyak menurun. Jalannya licin dan terjal. Ho..ho..ho yang kami pikirkan adalah nanti saat kembali pulang. Mendaki. Ya...tepat sekali, mendaki.Untung saya sudah terbiasa dengan jalan – jalan seperti ini . Asyik - asyik,,hehe.
Ditengah jalan kami berfoto – foto, pemandangan disini sangat bagus. Maklum jarang sekali di Jawa kami menemui pemandangan yang menakjubkan seperti ini kecuali ke daerah gunung. Selesai foto – foto kami melanjutkan perjalanan. Suara sungai Digul mulai terdengar. Jelas saja terdengar, aliran sungai Digul ini sangat deras. Wah...kalau ada sungai seperti ini di Jawa pasti sudah dimanfaatkan sebagai olahraga air arung jeram nich. Hahai... ^_^. Tiba di Digul ada jembatan yang kondisinya sudah rusak dan miring kena hantaman banjir Digul, namun masyarakat masih menggunakan jembatan ini. Saya pribadi terlihat ngeri jika melintas jembatan ini karena belum terbiasa. Akhirnya diantara kami tidak ada yang berani menyeberangi sungai Digul. Kami hanya mencoba meniti jembatan sampai seperempatnya saja. Kami sangat menikmati pemandangan yang disuguhkan di Digul ini. Siswa yang ikut jalan - jalan bersama kami yaitu Agus dan Yanto mencarikan kami tebu dan jeruk asam. Enak sekali makan tebu dalam keadaan dehidrasi dan kecapean. Bapak Hamzah juga ikut mereka sekalian berburu burung, kebetulan di Digul ada siswa kami yang membawa senapan Cis.
                 Puas menikmati pemandangan disini, kami pun pulang ke rumah tercinta, di Aula Sekolah. Dalam perjalanan Ibu Ika dan Ibu Alin kecapean. Hampir pingsan. Saya dan bapak Hamzah bertugas menarik tangan mereka berdua biar tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga. Tiba di rumah saya langsung membuat minuman jeruk yang kami bawa tadi. Kecut sekali rasanya tapi segar diminum dalam cuaca panas.Perjalanan yang menyenangkan. sosialisasi dengan masyarakat sekaligus menikmati keindahan alam disekitar kampung kami tinggal.